Laman

Jumat, 12 Oktober 2012

Bebas Dari Intimidasi Dosa Masa Lalu

(Roma 6 : 11 - 14)

"Sebab kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia" (Roma 6:14)

Apakah teman-teman sering merasa terintimidasi oleh kesalahan-kesalahan yang teman-teman lakukan? Merasa tak layak karena dosa-dosa kita?

Sekali kita memasuki hubungan dengan Kristus dan mengaku Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka kita sudah ditebus. Rasa bersalah yang membayangi masa lalu kita lenyap oleh karena cahaya pengampunan Allah. Meskipun Allah menjadikan kita sebagai anak-anakNya, namun kita masih bisa tersandung. Perasaan bersalah bisa menyerang kita kembali dengan membisikkan bahwa kita tidak berharga di hadapan Bapa di Surga dan mencuri kedamaian yang ada di dalam diri kita.

Ketika hal-hal seperti itu mulai memasuki pikiran kita, kita telah menyatakan bahwa kita telah dibenarkan. Tetapi kita tetap harus mengakui dosa kita itu di hadapan Tuhan untuk memulihkan hubungan kita dengan Dia.

"Jika kita mengaku dosa kita , maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yoh 1:9)

Hidup di dalam kasih karunia bukan berarti kita bebas melakukan dosa. Di dalam kasih karunia berarti kalau kita tersandung lagi, Tuhan dengan kasih karunianya mengulurkan tangan-Nya dengan penuh anugerah apabila kita datang dan bertobat kepada-Nya.

Kita tidak bisa menggunakan usaha kita untuk mendapatkan anugerah dan pengampunan Tuhan. Tidak peduli apa yang kita lakukan, hanya kasih karunia-Nya saja yang bisa membuat kita dibenarkan. Dan hanya oleh kasih karunia-Nya saja dosa-dosa kita dihapuskan.

Syalom




Sumber gambar : Google

Rabu, 25 Juli 2012

KEMENANGAN KEUANGAN (FINANCIAL FREEDOM) DALAM TUHAN

Syalom,
apakah teman-teman merasa buruk dalam hal mengatur keuangan? Merasa boros? Terliit utang? Atau pengelolaan yang tidak tepat? Kali ini saya ingin membagikan firman yang saya terima saat beribadah. Topik seperti ini merupakan salah satu topik kesukaan saya. Semoga menjadi berkat bagi teman-teman semua.

Uang adalah karakter sejati seseorang. Hal ini dapat dilihat dari cara dia mendapatkannya (halal atau tidak) dan bagaimana dia membelanjakan atau menggunakannya.


Untuk mengatur keuangan dengan baik dibutuhkan:

1. Skill
2. Disiplin
3. Tujuan

Mengaur keuangan itu bukanlah merupakan perkara yang mudah. Dalam mengatur keuangan harus memiliki:

1. Tujuan yang benar
2. Iman yang benar
3. Langkah-langkah yang benar
4. Perencanaan yang benar
5. Tindakan yang benar

Kita dapat belajar dari salah satu kisah di Alkitab mengenai orang kaya yang bodoh. (Lukas12:13-21)

Tujuan yang salah jika :

1. Show off (pamer)
2. Mengejar life style (boleh mengikuti life style yang penting mampu)
3. Persaingan
4. Memenuhi keinginan/nafsu

Iman dalam mengatur keuangan dapat kita pelajari di Matius 6:33 (mencari dahulu kerajaan Allah) dan Amsal 3:9-10 (memuliakan Allah dengan harta kita).

Langkah-langkah yang benar adalah :

1. Memenuhi kebutuhan keluarga
2. Bebas utang konsumtif.
3. Memiliki tabungan.

Mengenai tabungan, beberapa poin yang perlu dilakukan :

# Menabung untuk berjaga-jaga (3-6 bulan kedepan)
# Menabung untuk masa depan
# Menabung untuk menabur (untuk pekerjaan Tuhan)
# Menabung untuk investasi

Kemudian, kebanyakan orang memiliki prioritas keuangan seperti berikut (dari atas ke bawah = dari yang paling diprioritaskan sampai yang paling sedikit dprioritaskan) :

1. Konsumsi
2. Bayar utang
3. Memenuhi keinginan (mis : belanja barang-barang)
4. Menabung
5. Menabur dan membagikan (dari sisa uang yang ada)

Perencanaan keuangan seorang Kingdom Builder (ikut dalam membangun kerajaan Allah) adalah (dari atas ke bawah = dari yang paling diprioritaskan sampai yang paling sedikit dprioritaskan) :

1. Menabur dan membagikan (...%)
2. Bayar utang (maksimal 35% dari uang)
3. Konsumsi (untuk kebutuhan bukan keinginan)
4. Menabung dan investasi (minimal 10%)
5. Memenuhi keinginan

Jika kita ingin mengetahui baik-baik bagaiman uang pergi dari kita, kita dapat melakukan hal-hal berikut :

# Mencatat
# Bandingkan dengan perencanaan
# Menyesuaikan

Sekian share saya, semoga bermanfaat bagi teman-teman semuanya.




Sumber gambar : Google

SUDAHKAH KITA BERBICARA KEPADA ALLAH?

Mazmur 105:1-5.

Pada saat masalah menghadang, kita sering memikirkan solusinya. Bila kita dapat menemukannya dan merencanakannya kita pasti akan melakukannya. Di lain masalah, kita akan menghubungi seseorang untuk meminta solusi. Kita mencari nasihat dan dukungan untuk membuat diri kita merasa lebih baik. Sebenarnya yang kita butuhkan adalah seseorang yang berkata, "Ok, saya menghargai telepon Anda, tapi apakah Anda sudah menelepon Tuhan mengenai hal ini? Sudahkah Anda berdoa?"

Menyelesaikan masalah harus mulai dengan mencari Tuhan sebelum terjadi krisis. Pada saat dalam ketenangan, kita akan mengalami sukacita dan kepuasan yang datang karena kita menyembah-Nya, membaca firman-Nya, dan berkomunikasi dengan-Nya. Pada saat kita mengarahkan hati kita kepada Tuhan dan iman kita dikuatkan, maka kita membangun kebiasaan baik yang menguatkan kita melalui masa sulit. Ketika kita bangun setiap pagi, kita mulai memikirkan Tuhan dan berbicara dengan-Nya. Kita akan meminta Tuhan menyatakan rancangan-Nya bagi kita dan kita bertindak sesuai dengan rancangan-Nya sepanjang hari. Doa akan menjadi respon yang terbiasa kita lakukan.

Oleh karena kebiasaan itu, pada saat kita menghadapi segala macam problem, pikiran kita yang pertama adalah "Bapa". Hanya dengan kata itulah kita membangun hubungan dengan-Nya, menyadari hadirat-Nya, dan bergantung kepada-Nya. Allah senang mendengarkan namanya terucap dari bibir kita dan Dia berjanji akan merespon doa para pengikut-Nya.

Jika hari-hari ini kita sedang di tengah masalah tetapi belum mencari-Nya dengan konsisten, marilah sekarang kita memulai dengan merendahkan diri dan mengaku kepada Tuhan. Kita terima pengampunan-Nya dan kemudian kita bawa tiap situasi kepada-Nya dalam doa.

Mari kita meminta pengampunan karena mencoba menyelesaikan masalah-masalah kita tanpa mencari hikmat Tuhan terlebih dahulu. Mari kita meminta Dia mengukir nama-Nya di bibir kita sehingga kita dapat memanggil-Nya terlebih dahulu.

Amin




Sumber gambar : Google

Sabtu, 21 Juli 2012

MENJAUHI AMBISI PRIBADI

"Segera sesudah Zimri melihat, bahwa kota itu telah direbut, masuklah ia ke dalam puri istana raja, lalu membakar istana raja itu sedang ia sendiri ada didalamnya, dan ia mati". (1 Raja-raja 16:18)

Menjadi orang yang memiliki ambisi itu tidak salah, namun menjadi orang yang ambisius yang hanya hidup bagi ambisi-ambisi pribadinya saja, itu hanya membawa kepada kehancuran diri.

Peralihan dan perebutan kekuasaan sebagai raja Israel yang dicatat dalam bagian ini memang atas seijin dan kehendak Tuhan. Namun yang mau digarisbawahi dalam bagian ini adalah orang-orang yang mau mendapatkan kekuasaan dengan menjatuhkan kekuasaan yang lain karena didasarkan oleh ambisi pribadi. Seperti contohnya : Baesa bin Ahia, dengan segala ambisi yang ada pada dirinya, ia menghabisi nyawa isi rumah Yerobeam. Demikian pula halnya dengan Zimri, panglima atas setengah pasukan kereta raja Ela yang kemudian mengadakan persepakatan melawan dan membunuh dia. Bukan berhenti sampai di situ, nelainkan ia membunuh seluruh keluarga Baesa, ayahnya.

Namun setelah ambisi pribadinya terpuaskan, apakah dia puas? Hanya berselang tujuh hari setelah ia menjadi raja, maka seluruh Israel menobatkan Omri, panglima tentara, menjadi raja atas Israel. Melihat realita bahwa rakyat tidak memberikan dukunganan kepada dirinya dan bagaimana Omri beserta rakyat telah mengepung Tirza, wilayah kekuasaannya, maka dalam kekecewaannya ia melakukan tindakan tragis yaitu bunuh diri.

Jangan biarkan hidup kita diwarnai dengan ambisi-ambisi pribadi yang hanya mengakibatkan kekecewaan dan keputusasaan. Mari kita menjauhi ambisi pribadi yang membawa kepada kehancuran diri. Biarlah yang tertinggal adalah ambisi yang telah dikuduskan oleh Tuhan.

Minggu, 24 Juni 2012

TAKDIR : Di Tangan Tuhan atau Manusia?

Berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa takdir 100% di tangan manusia?
Sehingga semua yang terjadi pada kita adalah karena usaha atau tindakan kita.
Atau berapa banyak di antara kita yang percaya bahwa takdir 100% di tangan Tuhan?
Sehingga semua yang terjadi, baik atau buruk sudah takdir dari Tuhan.

Takdir tidak 100% di tangan Tuhan dan tidak 100% di tangan manusia. Hal buruk bukanlah takdir dari Tuhan karena semua yang dari Tuhan adalah baik.

TAKDIR MERUPAKAN SINERGI ANTARA TUHAN DAN MANUSIA.

Hanya untuk mempermudah pemahaman, coba kita perhatikan garis tangan di telapak tangan kita. Misalkan, garis tangan itu adalah takdir kita. Kemudian coba kita genggam tangan kita. Tidak semua garis tersebut dapat kita genggam. Demikian juga dengan takdir. Ada yang menjadi bagian kita dan ada yang menjadi bagian Tuhan.

Takdir dapat dirubah. Hal-hal yang dapat mengubah takdir adalah :

1. Doa dalam Keintiman

Kejadian 18 : 22-33
Perhatikan ayat 23. Abraham datang "mendekat" kepada Tuhan. Abraham hampir saja mengubah takdir Sodom dan Gomora. Abraham dapat mengubah keputusan Tuhan sampai 6 kali melalui proses "tawar menawar".
Kita harus belajar berdoa dalam keintiman kepada Tuhan. Mengapa doa sering tidak berkuasa? Karena kita tidak melibatkan hati. Doa sering hanya sekedar rutinitas dan hafalan.

2. Merendahkan Diri dan Bertobat

Yunus 3 :1-10
Takdir Niniwe berubah. Bahkan atas pertobatan Niniwe dikatakan "menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya".

3. Doa dan Air Mata

2 Raja-raja 20 : 1-6
Takdir Hizkia adalah akan segera meninggal karena sakitnya seperti yang telah difirmankan Tuhan melalui nabi Yesaya yaitu "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi'.
Hizkia kemudian berdoa dan menangis dengan sangat. Setelah itu berkatalah Tuhan "Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu;..." hizkia sembuh bahkan usianya ditambah oleh Tuhan.
Oleh karena itu janganlah kita menganggap remeh air mata yang tercucur saat berdoa.

4. Merendahkan Hati Serendah-rendahnya di Hadapan Tuhan.

Yohanes 8 : 1-11
Mengenai seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. Takdir perempuan itu adalah mati. Sesuai hukum taurat, hukum Tuhan, dia harus mati dirajam. Tetapi dia menjadi diampuni Tuhan.
Kalau kita baca sekilas mungkin kita kurang mengerti di mana letak inti ceritanya. Inti dari ceritanya ada pada ayat 11. Wanita itu memanggil Yesus dengan kata "Tuhan". Wanita itu tidak melakukan pembelaan diri. Padahal kita dapat berpikir mengapa hanya wanita itu yang dibawa kepada Yesus? Kemana pria yang berzinah dengannya?
Takdir wanita itu berubah. Ia mau merendahkan hati di hadapan Yesus.


Sekian sharing saya melalui khotbah yang saya dengar. semoga menjadi berkat bagi kita semua. Amin.



Sumber gambar : Google

Selasa, 29 Mei 2012

MENCARI PIMPINAN TUHAN

(MAZ 32 : 1 - 8)

Dalam mencari pimpinan Tuhan kita harus berhati-hati dengan perangkap yang biasa ada di depan kita. Keinginan daging yang kuat, nasehat yang salah, ketidaksabaran, dan tekanan hidup adalah jebakan yang membuat kita jauh dari rencana Tuhan yang Indah.

Berikut ini adalah hal-hal yang membantu kita untuk mendapatkan pimpinan Tuhan :

1. Mengaku dosa. Dosa menghalangi hubungan kita dengan Tuhan. Bila kita adalah orang percaya maka hubungan akan aman. Tapi bila ada dosa, Tuhan tidak akan berurusan sampai kita meninggalkan dosa tersebut.

2. Berserah. Tuhan mengasihi kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Jadi mengapa kita tidak berserah penuh kepada-Nya? Melepaskan kenikmatan dunia yang menjerat kita dan mulai melangkah dengan iman.

3. Minta. Yakobus berkata bahwa kita tidak memperoleh apa-apa karena kita tidak berdoa dan memintanya, atau karena kita berdoa dengan motivasi yang salah. Bapa di surga menunggu kita meminta dengan hati yang tulus.

4. Merenungkan. Seberapa seringkah kita sebelum mengambil sebuah keputusan, kita dengan sungguh- sungguh membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan mencari jawaban dari Tuhan?

5. Percaya. Percaya berarti menaati. Firman-Nya berkata barangsiapa percaya dan menaati Firman-Nya berarti mereka mengasihi Tuhan.

6. Menunggu. Ini sulit tapi disaat inilah Tuhan sedang bekerja dan membentuk jiwa kita.

Dari daftar 6 hal di atas, manakah yang biasa kita lakukan untuk mendapatkan pimpinan Tuhan?

Marilah kita berserah pada Tuhan. Meminta-Nya menyucikan hati kita saat membaca dan merenungkan Firman-Nya, dan mengajari kita bersabar menunggu jawaban dari pada-Nya.
Amin.


Sumber gambar : Google

Kamis, 24 Mei 2012

BERDIRI DI TENGAH BADAI

"Hanya dekat Allah saja aku tenang, daripada-Nyalah keselamatanku. Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah" (Mazmur 62:2-3).


Ayat-ayat itu dapat menimbulkan berbagai gambaran dalam pikiran kita, namun gambaran yang paling disukai adalah gambaran tentang seekor burung kecil yang berada dalam celah kecil di lereng batu. Tepat di luar tempat persembunyiannya ada badai yang mengamuk. Angin kencang dan hujan deras menerpa, menerbangkan dedaunan, dan mematahkan dahan-dahan pohon. Tapi burung kecil itu aman dan terlindung karena bukit batu yang ada di sekitarnya.


Apakah kita ingat saat-saat ketika kita sepertinya sedang diterpa badai yang mengamuk? Pikirkan kembali bagaimana respon kita pada saat itu. Apakah kita berani mengambil resiko menerjang badai atau kita mencari perlindungan dalam naungan tangan Tuhan?


Ketika ada badai yang terjadi lagi dalam kehidupan kita, mari kita ingat kata-kata dari Mazmur 62. Mari kita perhatikan dengan sungguh-sungguh kalimat "hanya dekat Allah saja aku tenang". Dalam gambaran yang diceritakan tadi burung tidak berkicau dan tidak juga ketakutan. Burung itu beristirahat dalam ketenangan sampai badai itu berlalu. Dia yakin bahwa bukit batu itu cukup kuat untuk melindunginya dan dia tidak perlu merasa panik.


Meski Tuhan selalu mendengar seruan kita di saat sulit, kita bisa yakin bahwa saat kita berseru kepada-Nya Dia akan datang menyertai kita. Kita bisa melepaskan kerisauan hati kita dan beristirahat dalam Dia sampai badai reda dan kita akan muncul dalam kemenangan dari gunung batu perlindungan kita.


Marilah kita selalu meminta perlindungan Tuhan di saat badai hidup atau masalah-masalah hidup menerpa. Janganlah jatuh di dalam masalah hidup. Tuhan kita adalah kuat dan gagah perkasa. Amin.



Sumber gambar : Google